Tips Memotret Pertandingan Olahraga

Kemarin sudah kita bahas peralatan apa aja yang kamu perlukan untuk memotret pertandingan olahraga. Tapi kalau kamu belum punya semua peralatannya, ga jadi masalah kog Sobat KEE asal kamu tau tips-tipsnya ini.

1. Shutter speed tinggi

Pertandingan olahraga biasanya terdapat banyak pergerakan, maka kamu harus menggunakan shutter speed cepat untuk mendapatkan foto yang tidak blur. Untuk olahraga dengan kecepatan tinggi seperti bulutangkis, voli atau basket minimal shutter speed yang digunakan 1/250s. Jika memungkinkan kamu dapat menggunakan shutter speed lebih cepat 1/500s - 1/1000s.

 

Namun pada beberapa jenis olahraga tidak semuanya bagus menggunakan shutter speed cepat. Kamu dapat mengkombinasikan dengan teknik panning sehingga lebih fokus dan tidak terganggu dengan latar di bagian belakangnya. Untuk teknik ini kamu dapat menggunakan lensa 70-200mm dengan shutter speed 1/100 detik cukup membuat sang atlet terlihat tajam dan bagian belakang buram seperti pada gambar di bawah ini.

Source : https://snapshot.canon-asia.com

2. ISO yang cukup

Efek penggunaan shutter speed cepat adalah foto menjadi gelap. Kamu dapat menaikkan ISO untuk mengimbanginya sehingga hasil foto cukup terang. Tapi jangan terlalu tinggi karena dapat menimbulkan noise pada foto. Terlebih jika berada di dalam ruangan dengan kondisi pencahayaan yang kurang. Toleransi maksimal ISO berbeda pada tiap-tiap kamera.

3. Gunakan aperture maksimal

Gunakan aperture maksimal pada lensamu. Misalnya jika kamu menggunakan lensa 55-200mm, bukaan maksimal di f/5.6. Misal pada lensa 50mm, bukaan maksimal di f/1.8 maka kamu dapat menggunakan aperture 1.8 tersebut dengan efek bokeh. Tapi kekurangan dari aperture besar jadi rentan untuk salah fokus. Maka kamu perlu bijak dalam menggunakannya, disarankan untuk menurunkan 1 atau 2 stop dan diganti dengan menaikkan ISO.

4. Gunakan autofokus continue

Biasanya pada kamera Nikon fitur ini dinamakan AF-C dan pada Canon dinamakan Al-Servo. Dengan fitur ini kamera akan mengunci fokus pada objek dan mengikuti arah pergerakannya. Tetapi kelemahannya pada kondisi pencahayaan yang kurang, fitur ini tidak terlalu dapat berjalan, apalagi dengan menggunakan kamera pemula karena sistem fokus yang agak lambat dan jumlah titik fokus dan sensitivitasnya masi kurang jika dibandingkan dengan kamera yang lebih canggih.

 

5. Gunakan mode burst

Mode ini akan mengambil sejumlah foto secara berturut-turut selama satu detik. Banyaknya foto yang dapat diambil dalam satu detik tergantung pada jenis kameramu. Misalnya untuk Canon 1100D bisa menghasilkan 3 foto dalam 1 detik (3fps), pada Nikon D3200 bisa mencapai 4fps. Semakin canggih kameramu, semakin banyak frame yang bisa didapatkan dalam 1 detik. Seperti pada Nikon D4s yang bisa menghasilkan 11fps.

 

Dengan mode ini, kamu bisa mendapatkan lebih banyak foto dan tidak kehilangan momen. Jangan lupa sediakan memory card cadangan.