Istilah Pada Kamera Analog (Part 1)

Buat kamu yang tertarik belajar tentang kamera analog, ada beberapa istilah yang tidak ada di kamera digital, jangan sampai salah kaprah ya nanti. Apa aja sih? Yuk simak bareng-bareng..

1. Film

Benda satu ini fungsinya mirip dengan memory card, bedanya film hanya bisa digunakan sekali aja. Gambar yang ditangkap film menggunakan reaksi kimia perak halida yang sensitif dengan cahaya, maka film biasanya tersimpan dalam tempat yang disebut canister supaya tidak terkena cahaya dan mengurangi resiko film rusak sebelum dipakai. Jenis film juga bermacam-macam, bisa dilihat dari angka yang ada pada canister, 100, 200, 400, dan 800. Semakin besar angkanya, semakin tinggi sensitifitas film pada cahaya.

Sedangkan dari ukuran ada beberapa macam yang dipakai 120, 135, dan 4x5. Pada film 120, lebarnya 60mm dan biasanya digunakan untuk kamera medium format dan kamera lomo. untuk film 135, lebarnya 35mm dan paling banyak digunakan. Sedangkan film 4x5 memiliki resolusi yang lebih besar dari kedua jenis sebelumnya dan biasanya digunakan untuk kamera large format.

2. Film winder

Kamera analog memiliki cara yang berbeda waktu menggulung film yang sudah penuh, ada yang bisa memutar secara otomatis atau manual yang disebut film winder. Untuk film winder manual biasanya ada di bagian kiri atas, sedangkan yang otomatis bisa dengan menekan tombol kecil di badan kamera.

3. Developer

Untuk melihat hasil foto, kamu memerlukan cairan kimia yang berfungsi untuk menghilangkan lapisan pertama pada film sehingga gambarmu bisa muncul. Salah satunya adalah developer ini. Prosesnya memerlukan waktu tertentu sehingga hasil fotomu pas, tidak terlalu kontras atau terlalu gelap.

4. Stop bath

Stop bath adalah proses setelah film diproses dengan cairan developer. Biasanya membutuhkan air atau asam asetat. Pada proses ini, proses pembentukan gambar akan berhenti.