Timelapse VS Hyperlapse

Buat sebagian orang mungkin timelapse dan hyperlapse terlihat sama, tetapi ada sedikit perbedaan teknik cara pengambilan gambar antara keduanya.

Persamaan timelapse dan hyperlapse :

  1. Mengambil foto dengan kamera
  2. Durasi tiap frame menggunakan teknik yang sama
  3. Posisi arah kamera bisa digerakkan. (Pada timelapse kamera bergerak dan bergeser tidak jauh seperti 1 meter atau berputar. Pada hyperlapse kamera bergerak mengikuti perjalanan dan jaraknya lebih jauh.)

Nah untuk perbedaannya yuk kita bahas. Timelapse biasanya kamera diam di suatu tempat, hanya arah kamera yang berubah ke kiri dan kanan dan bergerak perlahan yang ditopang oleh slider. Biasanya subjek yang diambil seperti pemandangan, awan, bintang, atau objek dengan kerumunan. Misalnya seperti pergerakan awan dari pagi sampai malam.

 

Sedangkan hyperlapse biasanya kameranya yang bergerak perlahan. Kamu bisa menggunakan tripod atau benda yang bergerak dan dapat mengambil subjek bermacam-macam yang berjarak puluhan meter bahkan kilometer. Misalnya kamu mengarahkan kamera ke gedung dengan arah kameraseperti berjalan sambil mengitari gedung bahkan maju ke arah gedung. Atau bisa juga kamu bersepeda dari Senayan sampai Monas selama 20 menit, hasilnya bisa dibuat video selama 1 menit. 

Secara teknik foto hyperlapse lebih rumit karena subjek diambil dengan cara kamera terus bergerak dan berpindah. Tetapi ada beberapa teknik timelapse yang menggunakan posisi bergerak misalnya seperti pilot yang merekam penerbangan selama 6 jam dari kamera dan menjadi kumpulan foto yang dibuat video menjadi 2 menit. Disini kamera tetap diam di atas kokpit tetapi pesawat bergerak.

Jadi kesimpulannya timelapse biasanya digunakan untuk mengabadikan suatu subjek tertentu. Ada fotografer yang menginap 3 hari di tengah hutan untuk mengabadikan pemandangan di taman nasional, melihat matahari terbit sampai terbenam. Atau konstruksi bangunan yang sedang dibangun. Foto yang dibuat bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan setahun, mulai dari pemasangan fondasi awal sampai bangunan jadi. 

Hyperlapse biasanya lebih menonjolkan perjalanan yang diambil, bukan subjeknya. Kamu bisa mengabadikan kerumunan di pasar dekat rumahmu dan berpindah ke tempat makan di seberang jalan, demikian seterusnya.