Perbedaan Autofokus Phase Detection dan Contrast Detection

Cara kerja sistem autofokus pada kamera cukup kompleks yah ternyata. Tapi intinya sistem autofokus pada kamera bekerja mencari kontras pada objek foto yang masuk ke dalam kamera. Cara mendeteksi kontras ini ada 2 cara. Mungkin hal ini tidak terlalu berpengaruh langsung dengan penggunaan kamera, tapi tidak ada salahnya kalau kamu tau cara kerjanya.

1. Phase detection

Pada cara kerja ini, biasanya menggunakan sensor khusus untuk mendeteksi kontras cahaya yang masuk ke lensa. Caranya dengan membelokkan cahaya dari lensa menggunakan cermin menuju ke 2 sensor autofokus (berbeda dengan sensor kamera). Sensor inilah yang bisa mendeteksi perbedaan fase cahaya yang masuk. Saat cahaya belum berimpit lensa akan terusa bergerak sampai fase cahaya sudah berimpit yang mana gambar berarti sudah fokus. Sensor fokus akan memberitahu kamera untuk berhenti menggerakkan lensa dan mengunci fokus.

2. Contrast detection

Sistem ini tidak menggunakan sensor tambahan dan mengandalkan sensor utama untuk mendeteksi apakah pola cahaya dari lensa sudah tajam.

Source : unsplash

Biasanya cara kerja ini ada pada kamera DSLR karena menggunakan cermin. Tapi kamera DLSR dapat menggunakan cara kerja keduanya. Saat menggunakan viewfinder, DSLR akan menggunakan phase detection, tetapi saat live mode serta merekam video, biasanya menggunakan contrast detection.

Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Phase detection jauh lebih cepat dalam mengunci fokus, sehingga banyak digunakan untuk benda bergerak. Tapi secara akurasi, contrast detection lebih akurat meskipun lebih lambat. Pada kamera DSLR biasanya tetap lebih unggul dibandingkan kamera mirrorless atau kamera saku meskipun sama-sama menggunakan contrast detection.