Flash Cross Lighting

Kali ini yuk kita bahas tentang penggunaan flash dengan teknik cross lighting. Kadang kalo waktu pemotretan siang hari apalagi jam-jam waktu matahari benar-benar di atas kalo ga pinter ngakalin, pasti hasilnya kurang oke. Apalagi kalau foto model, bisa kelihatan bayangan di bawah mata, bawah idung, cahayanya flat dan keras banget. Nah tapi kamu juga bisa akalin dengan cari pepohonan supaya cahayanya lebih lembut Sobat KEE. Tapi hati-hati kalau di bawah pohon biasanya suka ada cahaya bocor dari sela-sela daun yang buat fotomu jadi belang dan cukup mengganggu apalagi kalau jatuhnya pas di wajah model.

Kamu bisa mengatasi dengan menggunakan flash eksternal. Kamu bisa mencoba teknik cross light. Cukup simple dengan 2 flash di bagian depan dan belakang subjek.

Source : http://www.infofotografi.com/

Flash 1 : Berada pada bagian depan subjek yang berguna untuk menetralisir cahaya yang bocor dari sela dedaunan. Zoom flash bisa dibuat agak lebar sekitar 35mm dengan power 1/8 dan jarak flash ke model 3 meter. Pengaturan ini diharapkan cahaya sampai merata ke area wajah dan tubuh subjek, dengan cahaya yang dihasilkan cukup halus. Selain itu yang cukup penting bisa menutupi cahaya dari sela dedaunan.

Flash 2 : Berada pada belakang kanan subjek. Flash ini membantu memberikan dimensi pada hasil foto. Power yang digunakan sama 1/8, hanya jarak flash ke model lebih dekat sekitar 1 meter dengan zoom 85mm. Penting untuk diperhatikan arah flash harus menyamping agar cahaya tidak masuk ke lensa. kamu juga bisa menggunakan hood atau tudung lensa.

Source : http://www.infofotografi.com/

Ini adalah foto before-after edit. Dengan menggunakan teknik cross lighting pada bagian wajah dan tubuh model terlihat menonjol tanpa ada cahaya yang bocor. Detail rambut pada bagian depan dan samping belakang terlihat bagus dengan adanya flash pada bagian belakang.

Source : http://www.infofotografi.com/
Hasil gambar setelah diedit.
Nikon D7000, lensa AF-S 17-55 F/2,8. ISO 100, Focal Length 38 mm, f/5,0 dan Speed 1/160 sec.