Mengenal Mode Metering Pada Kamera

Kamu tentu pernah dengar tentang metering. Metering fungsinya adalah untuk mengukur kondisi cahaya agar mendapatkan eksposure yang tepat.

 

Ada 2 macam tipe metering, metering yang tertanam di dalam kamera atau biasanya disebut TTL (throught the lens) dan satu lagi metering dengan alat, light meter genggam. Sistem metering yang tertanam pada kamera sudah mumpuni, namu biasanya dalam kondisi cahaya yang tidak biasa metering pada kamera dapat salah dalam menentukan eksposure.

Metering TTL merupakan alat yang mengatur dan menentukan kombinasi shutter speed dan aperture berdasrkan ISO yang digunakan dan pencahayaan yang ada. TTL metering dapat otomatis menyesuaikan dengan faktor eksternal seperti filter yang digunakan, karena itu berbeda dengan alat light meter terpisah.

Mode metering ada 3 macam yang tiap jenisnya dibuat untuk mengukur cahaya dengan cara berbeda. Maka kamu dapat menetukan mode metering yang tepat untuk kebutuhanmu. Beberapa mode metering :

1. Evaluative metering (pengukuran evaluatif)

Kelebihannya adalah jenis metering ini jarang salah dalam menentukan kecerahan objek. Tetapi kekurangan dari jenis metering ini adalah jika kamu memotret pemandangan yang terdapat suatu area yang berbeda level kecerahannya dengan area lainnya, jenis metering ini kurang berfungsi dengan baik. Cara kerja mode metering ini adalah dengan cara membagi gambar ke beberapa daerah, kemudian mengukur cahaya pada tiap daerah tersebut dan menganalisis hasilnya untuk menentukan kecerahan pada objek.

 


Source : https://snapshot.canon-asia.com

2. Spot metering (pengukuran setempat)

Kelebihan dari jenis metering ini dapat mengatasi kondisi pencahayaan yang berbeda. Kekurangannya pada mode ini pengukuran dilakukan hanya pada daerah yang sempit sehingga jika kamu salah memilih daerah, bisa mengakibatkan eksposure yang salah pada keseluruhan foto. Mode ini hanya dapat mengukur cahaya pada bagian tengah gambar.

 

3. Centre-weighted metering (Pengukuran pembobotan tengah)

Kelebihan mode ini adalah pengukuran cahaya diprioritaskan pada bagian tengah, tetapi juga memastikan bagian lain mendapatkan cahaya dengan tepat. Kekurangannya adalah kurang efektif jika digunakan untuk objek yang kecil. Pencahayaan seluruh gambar tergantung pada objek di bagian tengah foto.