Mengenal Metode EDFAT Dalam Foto Jurnalistik

Dalam foto jurnalistik penting untuk melatih kemampuan untuk melihat sesuatu dengan rinci, khususnya kejadian yang ingin diliput. Kamu dapat menggunakan metode yang dikenal dengan metode EDFAT. Pendekatan dengan metode ini membantu dalam mengambil gambar jurnalis secara teratur sehingga foto-foto yang diambil dapat memberi cerita yang mudah dipahami.

Tetapi sebelumnya kamu perlu untuk membiasakan melihat sebuah adegan dalam jangkauan yang berbeda-beda, luas, menengah dan sempit. Kamu dapat memilih dari 3 tipe pengambilan gambar disesuaikan dengan kebutuhanmu. Nah selanjutnya yuk kita bahas apa itu EDFAT :

1. Entire (keseluruhan)

Mengambil gambar secara keseluruhan kondisi kejadian. Dengan foto ini dapat memperkenalkan subjek foto dan lingkungannya kepada orang yang melihat foto tersebut. Sebelum terjun ke lapangan, biasanya fotografer sudah memiliki ide adegan atau kejadian yang ingin ditangkap. Kemudian menentukan lokasi, mempersiapkan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya jika kamu mau mendapatkan foto transaksi jual beli dan memilih pasar untuk lokasinya, untuk foto pertama kamu dapat menunjukkan adegan pasar dalam jangkauan yang luas termasuk interaksi di dalamnya.

Kamu dapat mengambil beberapa foto dengan long eksposure (sekitar 4.5 meter) dan fokus pada sebagian orang sebagai bagian dari lingkungan. Ambil foto dengan frame horizontal, kemudian dengan frame vertikal. Terus bergerak dengan mencoba berbagai macam komposisi, ambil dengan medium shot (sekitar 3 meter). Jarak untuk tipe pengambilan gambar tergantung dari focal length lensa yang digunakan.

2. Details (rinci)

Kamu dapat bergerak maju mendekati objek untuk mendapatkan detail, selain itu kamu juga dapat berinteraksi dengan subjek untuk mendapatkan detail tersebut, misalnya matanya, rambut, perlengkapan yang dipakai, dan elemen visual yang dapat memberikan ciri khusus tentang subjek foto. Cari point of interest dari suatu kejadian, misalnya dalam adegan di pasar tadi, kamu dapat mengambil gambar subjek yang sedang membeli dengan foto potrait mulai pinggang ke atas.

3. Frame (bingkai)

Kamu dapat mengatur komposisi dengan memperhatikan elemen di sekeliling subjek baik itu background maupun foreground. Kamu perlu memikirkan posisi subjek dalam frame untuk memperkuat cerita pada foto. Dari interaksi dengan subjek, kamu dapat menentukan elemen apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam frame. Hasil foto yang kamu ambil sebaiknya close up baik vertikal maupun horizontal untuk variasi foto.

4. Angle (sudut)

Atur sudut pengambilan dari berbagai macam arah, dari atas, bawah, dekat, jauh. Coba untuk bergerak lebih dekat dengan subjek dan ambil mimik subjek sehingga mendapat karakter subjek yang dikenal dengan potret kepribadianTime (waktu)

5. Time (waktu)

Pakai waktu dan kesempatan yang ada dengan baik, karena mungkin tidak akan terulang lagi. Kamu perlu melatih untuk cepat tanggap saat melihat suatu kejadian dan pengaturan kamera yang tepat untuk mengambil kejadian tersebut. Selain itu, kamu harus dapat mengeksplor rincian lengkap dari kejadian tersebut.