Mengenal Focus Shift

Focus shift atau pergeseran fokus biasanya terjadi ketika aperture lensa dipersempit dari aperture maksimum lensa. Misalnya kamu fokus pada suatu objek di aperture maksimal f/1.2 kemudian diubah menjadi f/2.8 maka objek yang tadinya fokus menjadi tidak fokus. 

Mata kanan objek fokus dengan baik pada aperture maksimum f/1.2 (kiri) ; 
Fokus bergeser dari mata objek ketika aperture dipersempit manjadi f/2.8 (kanan)
Source : https://kelasfotografi.com

Penyebab terjadinya

Focus shift biasanya hanya terjadi ketika kamu memotret menggunakan mode auto focus (AF). Penyebab terjadinya adalah ketika lubang aperture mengecil jumlah cahaya yang masuk juga berkurang. Fokus lensa berkurang ketika jumlah cahaya yang masuk hanya sedikit. Aperture maksimum lensa biasanya bukaannya sangat lebar dan cahaya yang masuk lebih lebih dari cukup sehingga ketika aperture diperkecil, sangat berpengaruh pada kinerja fokus pada lensa.

Kadang kala kamu sudah menggunakan aperture maksimum tetapi jika kondisi cahaya sangat minim, fokus akan sulit mengenali apakah objek sudah terfokus. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya pergeseran fokus.

Biasanya lensa yang rentan mengalami focus shift adalah lensa dengan bukaan besar seperti f/1.0, f/1.2 dan f/1.4 yang biasanya terdapat pada lensa prime. Pada lensa dengan aperture maksimal yang lebih besar f/1.8 atau f/2 biasanya tidak terlalu sering mengalami focus shift.

Cara mengatasi focus shift

Kamu dapat menggunakan manual fokus, namun biasanya tetap lebih akurat jika menggunakan auto fokus. Untuk mengatasinya disarankan untuk tetap menggunakan aperture lebar. Tetapi jika kamu tetap mau menggunakan aperture lebih sempit, ketika kamu menurunkan aperture kamu dapat mengatur fokusnya kembali dengan mode manual. Atau kamu dapat menganti lensamu dengan aperture maksimal yang lebih sempit.