Lensa Parfocal dan Varifocal

Perbedaan yang mendasar pada lensa parfocal dan varifocal adalah pada lensa parfocal aperturenya tetap, sehingga ketika di zoom atau pada posisi normal, diafragma lensa akan tetap sama. Misalnya seperti lensa Canon 17-40 f/4 dan Nikon 24-70 f/2.8. Kelebihan dari tipe ini adalah kecepatan autofokusnya. Ketika kamu mengubah focal length pada lensa, fokus tetap, tidak berubah. Biasanya lensa jenis ini banyak digunakan untuk video, siaran TV.

Sedangkan untuk lensa varifocal, ketika ada perubahan focal length, maka aperture akan ikut berubah. Sehingga kita perlu mencari fokus lagi ketika mengganti focal length. Untuk fotografer pemula, menggunakan lensa varifocal sudah cukup karena biasanya lensa parfocal digunakan oleh para profesional yang memerlukan kecepatan fokus dan cahaya yang masuk ke dalam sensor lebih baik.

Kamu dapat melihat perbedaan lensa parfocal dan varifocal :

Pada lensa parfocal (kiri) hanya memiliki satu angka f, misalnya f/4, ketika focal length 24mm dan di 35mm, bukaan lensa tetap sama. Sedangkan pada lensa varifocal (kanan) terlihat ketika di 55mm f menjadi f/4.5 tetapi pada 300mm f menjadi f/5.6.

Jadi pada lensa parfocal, aperture lensa tidak berubah-ubah sehingga cahaya yang masuk akan melewati lubang yang sama, sehingga kamera tidak perlu mengatur fokus lagi selama jarak ke objek berada pada tempat yang sama. Sedangkan pada lensa varifocal, aperture berubah-ubah sehingga perlu mengatur fokus lagi.