Apa Itu Shadow Art?

Shadow art pastinya ga familiar ya buat Sobat KEE.. Dari kecil mungkin kita sudah tau yang namanya wayang yang menggunakan bayangan, atau sesimpel waktu mati lampu di rumah tanganmu membentuk burung dan mengepakkan sayapnya di depan cahaya lilin. Ada banyak orang yang membuat bayangan menjadi seni yang bernilai tinggi.

Perlu kreatifitas dan kejelian dalam meletakkan posisi subjek sehingga menghasilkan bayangan yang diinginkan. Tidak hanya semata-mata cuma meletakkan subjek tetapi kamu juga perlu mengetahui darimana arah masuknya cahaya dan sangat memerlukan ketepatan waktu. Ada juga kreator yang menggunakan aplikasi edit foto untuk membantu dalam membuat karyanya. Kamu dapat mengabadikan hasil karya mu dengan fotografi, tentunya dengan pengaturan yang tepat sehingga hasilnya maksimal.

Photo by L Tim Noble dan Sue

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika membuat shadow art yaitu subjek, cahaya, dan bayangan. Ketiga hal tersebut sangat berkaitan erat dan menjadi dasar dalam pembuatan karya.

1. Subjek

Subjek merupakan hal yang paling mendasar, karena kalau tidak ada subjek, tidak ada yang akan membentuk bayangan. Untuk penggunaan subjek bebas, tetapi kamu perlu sering mengeksplor karena tiap subjek memiliki karakteristik berbeda-beda.

2. Cahaya

Cahaya yang kamu gunakan bisa bermacam-macam, seperti cahaya matahari, cahaya buatan seperti ring light atau lampu sorot, dan penggabungan keduanya. Bermain cahaya tentunya tidak semudah itu ferguso, terutama cahaya matahari yang tidak bisa kita atur semau kita. Diperlukan banyak latihan untuk menguasai seni ini.

3. Bayangan

Bayangan merupakan unsur utama. Kalo ga ada bayangan, namanya bukan shadow art lagi donk.. Kamu bisa sekreatif mungkin dalam menggunakan bayangan. Terutama jika menggunakan cahaya matahari, bayangan pada pukul 8 pagi dan pukul 10 pagi tentunya berbeda. Maka kamu perlu berlatih untuk cepat tanggap dan kreatif dalam memanfaatkan kondisi.

Photo by : Kumi Yamashita

Photo by : Kumi Yamashita